
I. Latar Belakang
Akhir-akhir ini kita lihat maraknya penghujatan terhadap aliran agama yang di anggap menyeleweng dari ajaran-ajaran islam pada umunya, seperti ajaran lia eden dll (menyatukan ajaran agama islam dengan ajaran agama kristen). Aliran ahmadiyah termasuk salah satu yang di hujat dan dipertanyakan keislamanya. Secara garis besar ajaran ahmadiyah tidak jauh beda dari ajaran agama islam pada umumnya, sholat 5 waktu, berpuasa di bulan ramadhan. Namun ada ajaran-ajaranya yang beda dari ajaran agama islam pada umunya. Sehingga perbedaan inilah yang membuat orang islam di luar ahmadiyah menghujat ahmadiyah sebagai aliran sesat.
Aksi-aksi penyerangan terhadap jema’at terjadi di berbagai tempat seperti perusakan dan pembakaran rumah milik jamaah Ahmadiyah, di Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Pengerusakan Masjid Al-Hidayah milik warga Ahmadiyah di Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, namun di kota padang aksi tidak seanarkis di jawa. Demo memang ada tentang pencopotan plang ahmadiyah di jalan agus salim no 5. pencopotan ini berjalan dengan damai, pencopotan plang ini dipimpin oleh walikota padang.
Namun tidak tahun ini saja ahmadiyah mulai tidak nyaman dalam menjalankan ibadah mereka semanjak tahun 1980 ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan departemen agama menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat dan berada di luar Islam, jemaah Ahmadiyah di Indonesia mengaku tidak bisa lagi menikmati kedamaian dalam menjalankan keyakinannya. Hal ini lah membuat saya tertarik untuk menulis tentang ahmadiyah di kota padang.
Masyarakat pada umumya hanya tahu ahmadiyah itu satu, tidak ada terpecah. Padahal ahmadiyah itu terpecah menjadi 2 yaitu
· Ahmadiyah Lahore
· Ahmadiyah Qadian
Ahmadiyah ini pecah dikarenakan oleh berbagai factor. Pecahnya ahamadiyah dapat dilihat dari dua sisi atau dua sudut pandang. Orang ahmadiyah Lahore mengatakan perpecahan itu terjadiakibat ulah khalifatul masih II (hadrat haji mirza basiruddin Mahmud ahmad), dimana orang ahmadiyah Lahore menuding mirza basiruddin ahmad telah salah kaprah dalam mengartikan fungsi Mirza Ghulam Ahmad. Hal ini disebabkan pada masa mirza basiruddin ahmad menganggap Mirza ghulam Ahmad sebagai nabi dan al-masih. Sedangkan ahmadiyah Lahore pada masa itu dipimpin oleh maulvi muhamad ali menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai Mujaddid (pembaharu)[1]. Sedangkan dari sudut pandang orang ahmadiyah Qadian beranggapan bahwa Maulvi muhamad ali dendam kepada MIrza Basiruddin Ahmad, dikarenakan kalah dalam pemilihan kahlifatul II. Sehingga Muhammad ali memisahkan diri dan membuat ahmadiyah baru bersam teman-temannya yang sejalan denganya yakni ahmadiyah Lahore terpusat di Lahore[2]. Kedua hal diataslah yang menyebabkan ahmadiyah terpecah menjadi 2.
Jadi ahmadiyah dikota padang masuk aliran yang mana ?. ahmadiyah kota padang masuk aliran Ahmdiyah Qadian. Sebelum membahas bagaimana masuknya ahmadiyah dikota padang dan berkembang hingga saat ini, lebih baik kita lihat dulu bagaiman awal mulanya ahmadiyah berdiri.
Jemaat ahmadiyah gerakan islam yang didirikan oleh Mirza ghulam ahmad pada tahun 1889. Sedangkan perserikatan ahmadiyah didirikan tanggal 27 mei 1908. Jemaah Ahmadiyah berada hampir di 190 negara di dunia, termasuk indonesia sudah 91 tahun mereka berada di Indonesia. Ahmadiyah di dirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan pada tahun 1889 di satu desa kecil yang bernama Qadian, Punjab, India. Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada tanggal 26 mei 1908[3].
Dalam perkembangan selanjutnya ahmadiyah dipimpin oleh khlifatul. Berikut ini nama-nama khalifatul itu [4]:
- Hadrat Haji Hakim Nuruddin (kahlifatul II), wafat tanggal 13 maret 1914. Konon katanya Nuruddin ini keturunan dari Sayyidian Umar kahlifah II.
- Hadrat Haji Mirza Basiruddin Mahmud Ahmadi, wafat tahun 1965. Selama 51 tahun dia memimpin telah mengumpulkan sebanyak 10 juta pengikut. Pada masa kahlifatul II ini lah ahmadiyah pecah menjadi 2.
- Hadrat Mirza Nasir Ahmad, wafat tahun 1982.
- Hadrat Mirza Tahir ahmad, pada masa ini ahmadiyah berkembang dengan pesatnya. Pada masa inilah Ahmadiyah mendirikan stasiun TV islam internasional yang namanya MTA (Moeslem television Ahmadiyya). Ia wafat 14 april 2003.
- Hadrat Mirza masroor Ahmad.
Pada masa ini jema’at ahmadiyah di seluruh dunia berjumlah lebih kurang 220 juta orang. Yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Jemaat Ahmadiyah pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1926. Latar-belakangnya adalah sikap keingintahuan beberapa pemuda Indonesia yang berasal dari pesantren/madrasah Thawalib, Padang Panjang, Sumatra Barat. M. Abubakar Ayyub, Zaini Dahlan dan Ahmad Nurruddin adalah tiga pelajar Sumatera Thawalib dan Diniyyah School yang ada di Padang Panjang. Awalnya mereka berniat sekolah ke Al Azhar, Kairo, Mesir, tapi niatan itu dibatalkan karena mereka disarankan oleh guru mereka Zainuddi Labai El Yunusiah dan Ibrahim Musa Parabek agar menimba ilmu di negeri Hindustan atau yang kita kenal sekarang negara India dan Pakistan[5]. Selain dari anjuran guru mereka ini mereka tertarik ke sana setelah membaca Koran tjahaja sumatera yang mengabarkan bahwa ada seorang Hindustan bernama Khawaja Kamaluddin dating ke Jakarta mengadakan pidato tentang kebesarn islam dan ketinggian islam. Khawaja Kamaluddin merupakan seorang mubaligh dan imam mesjid di London, inggris. Ke 3 pelajar ini kagum karena kamaluddin dapat menembus masyrakat eropa dan mengajrkan islam di sana.
Bagi kaum Ahmadiyah mengenal mereka dengan sebutan tiga serangkai. Meninggalkan Ranah Minang pada tahun 1922, tiga serangkai itu menuju Hidustan dan belajar kepada Khwaja Kamaluddin seorang mubaligh kaum Ahmadiyah di Lahore yang pernah berkotbah di tanah Jawa. Sebelum belajar ke Khwaja Kamaluddin, tiga serangkai itu berguru kepada Maulana Abdussatar di Pathan Lahore, lalu pindah ke Qadian. Disinilah mereka dibai'at sebagai jama'ah Ahmadiyah oleh Hadrat Khalifatul Masih II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Tiga serangkai inilah yang mengundang kelompok Ahmadiyah masuk ke Indonesia pada tahun 1926. Tahun 1926 lewat Maulana Rahmat Ali, jama'ah Ahmadiyah berdiri di Kota Padang. Rahmat ali masuk melalui Tapak Tuan lalu ke padang, solok, bukitinggi, padang panjang dan payakumbuh. Jema’at ahamdiyah didirikan di padang dengan beranggotakan 15 orang berikut sebagian nama dari anggota yang 15 orang tersebut Moh. Tahar Sutan Marajo, Abdul gani, Daud bangsa diraja, pakih isa, bagindo syarif, abubakar bagindo rajo, abdul jalil marah bangsa, abdul rahman zakaria, marah simun, husin marah sutan dan marah wahab.
Melihat adanya konflik-konflik yang terjadi akhir-akhir ini membuat saya tertarik untuk menulis tentang perkembangan ahmadiyah di kota padang. Peluang mengkaji hal in semakin memungkinkan mengingat belum adanya studi-studi terdahulu yang menyorot masalah ini di kota padang. Saya memberi judul makalah ini adalah Ahmadiyah di kota padang 1926-2009.
II. Perumusan Dan Pembatasan Masalah
Batasan temporal pada penulisan ini adalah mulai tahun 1926 sampai 2009. Kenapa saya ambil tahun 1926. Hal ini di karenakan pada tahun ini didirikannya jema’at ahmadiyah di kota padang, pengambilan tahun 2009 sebagai batas akhir penulisan di karenakan pada tahun inilah mulai maraknya aksi-aksi penghujatan terhadap jema’at ahmadiyah. Pada tahun 2009 ini begitu kerasnya reaksi masyarakat terhadap jema’at ahmadiyah seperti pembakaran mesjid ahmadiyah. Batasan spasial dalam makalah ini adalah selingkaran daerah kota padang.
Maka untuk memjelas penelitian ini, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan yang menyangkut perkembangan ahmadiyah di kota padang semenjak tahun 1925 sampai tahun 2009.
- Bagaimana perkembangan ahmadiyah di kota padang ?
- Dengan cara apakah penyebaran ahmadiyah di kota padang ?
- Bagaimana reaksi masyarakat terhadap ajaran ahmadiyah ?
III. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
· Memberikan gambaran umum tentang perkembangan ahmadiyah di kota padang ?
· Menjelaskan bagaimana awalnya masuknya ahmadiyah di kota padang
· Menjelaskan tentang cara penyebaran aliran ahmadiyah di kota padang
· Di harapkan pembaca dapat mengetahui bagaimana masuk, berkembangnnya, dan penyebaran aliran ahmadiyah di kota padang.
IV. Kerangka analisis
Penulisan ini secara garis besar termasuk dalam kajian sejarah sosial, sejarah sosial memusatkan perhatian pada aktifitas sosial suatu kelompok masyarakat. Aktivitas sosial yang di lihat adalah perkembangan ahmadiyah sebgai sebuah organisasi agama dan konflik-konflik yang terjadi selama perkembangan organisasi ahmadiyah.
Saya memakai teori perkembangan organisasi dalam menjelaskan penulisan ini. Di sini saya juga menjelaskannya dengan teori konflik . Seseorang sosiolog yang bernama lewis coser mengatakanDi mana konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya[6]. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Perekembangan organisasi ahmadiyah di padang berkembang secara pelan-pelan tapi pasti. Di mulainya pembangunan mesjid, yang pada mulanya berpindah-pindah tempat. Dalam perkembangan organisasi ahmadiyah ini tidak semulus yang saya perkirakan. Pada awal perkembangan ahmadiyah begitu di tentang oleh masyarakat kota padang. Namun kondisi dulu tidak sama dengan kondisi sekarang. Dulu ketika ada ketegangan antara jema’at ahmadiyah dengan masyrakat kota padang di selasaikan secara musyawarah. Namun kalau sekarang lebih banyak aksi anarkisnya.
V. Metode penelitian
Dalam penyusunan penulisan ini, saya menggunakan metode penelitian sejarah (Historical Method). Metode tersebut adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Metode sejarah mempunyai pengertian yaitu suatu kumpulan yang sistematis dari prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang dimaksudkan untuk membentuk dan secara efektif akan mengkaji sumber-sumber itu secara kritis dan menyajikan suatu hasil sintesa (pada umumnya dalam bentuk tertulis) dari hasil-hasil yang dicapai.
Yang dimaksud metode penelitian sejarah adalah prosedur dari sejarah untuk melukiskan kisah masa lampau itu ternyata terjadi (1) mencari jejak-jejak masa lampau (2) meneliti jejak-jejak secara kritis (3) berdasarkan informasi yang diberikan oleh jejak-jejak itu berusaha membayangkan bagaimana imajinasi ilmiah. Metode penelitian yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah metode historis. Metode historis merupakan proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau.
- Heuristik
Heuristik yaitu kegiatan mencari dan menghimpun jejak-jejak masa lampau berupa kejadian, benda, peninggalan masa lampau (bangunan, senjata, perkakas) guna dijadikan sebagai sumber sejarah sebagai kisah. Adapun cara yang ditempuh oleh peneliti dalam menghimpun data-data sumber sejarah adalah dengan mengemukakan sumber-sumber tertulis yang diperoleh melalui studi kepustakaan.
Pada tahap ini saya banyak mengumpulkan literatur buku-buku yang relevan dan hunting buku-buku tersebut di perpustakaan jurusan sejarah universitas andalas dan perpustakaan sekretariaat ahmadiyah.
- Kritik
Kritik sumber adalah suatu upaya untuk mendapatkan jejak atau sumber yang benar, dalam arti benar-benar dibutuhkan, autentik dan mengandung informasi yang relevan dalam sejarah yang disusun. Kritik sumber yang dilakukan penulis dibagi menjadi dua yaitu:
Melakukan Kritik Intern Yaitu kritik yang menilai sumber-sumber yang berhasil dikumpulkan. Sumber-sumber itu berupa buku-buku kepustakaan guna melihat isinya relevan dengan permasalahan yang dikaji serta bisa dipercaya kebenarannya.
- Interpretasi
Guna memperoleh kerangka yang luas untuk memahami perkembangan ahmadiyah di kota padang saya menggunakan pendekatan sosiologi, untuk mengetahui bagaimana kondisi sosial masyrakat kota padang pada rentan waktu dari tahun 1926-2009. Dengan ilmu-ilmu bantu tersebut saya mempunyai tujuan untuk memperoleh data yang bisa di gunakan untuk mengungkap tentang perkembangan ahamadiyah di kota padang.
- historiografi merupakan bagian akhir dari metode sejarah.
Historiografi adalah penulisan cerita sejarah dari hasil penelitian dan interpretasi dengan memperhatikan prinsip realisasi, kronologi, kausalitas dan kemampuan imajinasi menjadi sebuah karya tulis ilmiah.
VI. Tinjauan Pustaka
Dalam penelitian ini digunakan beberapa pustaka yang berkaitan dengan tema yang saya ambil. Buku pertama yang saya jadikan acuan dalam menyususun berjudul sejumput riwayat dan mu’jizat pendiri ahmadiyah karangan, Saleh A Nahdi terbit tahun 2001. Di Unjung pandang di terbitkan oleh Yayasan raja pena. Buku ini bercerita tentang sejarah pendirian ahmadiyah dan pendiri ahmadiyah. Dalam buku ini penulisan sejarah ahmadiyah tidak begitu detail hanya bersifat umum saja.
Buku kedua yang jadi pegangan dalam penulisan ini adalah riwayat hidup 3 serangkai Mln. Abubakat Ayyub HA, Zaini Dahlan dan Ahmad Nuruddin di terbitkan oleh JAI tahun 2000. Buku berisikan tentang kehidupan ketiga tokoh di atas. Dalam buku ini di bahas secara gambling bagaimana masuknya ahmadiyah di kota padang khususnya dan Indonesia umumnya. Ke 3 tokoh ini disebut sebagai perintis atau pelopor ahmadiyah di kota padang dan Indonesia.
Buku ke tiga adalah riwayat hidup rahmat ali yang ditulis oleh Basyiruddin Ahmad di terbitkan oleh JAI tahun 2001. Buku ini berisikan riawayat hidup rahmat ali dari dia lahir sampai dia meninggal. Rahmat ali ini adalah mubalih yang di utus oleh khlifatul masih II (pemimpin ahmadiyah di Qadian) untuk menyebarkan aliran ahmadiyah di Indonesia. Di buku ini bercerita perjalanan hidupnya dan perjalanan tugas rahmat ali.
Buku ke empat berjudul kami orang islam buku ini di terbitkan oleh JAI. Buku ini bercerita tentang dalil-dalil baha ahmadiyah itu tidak sesat. Namun yang dapat saya ambil dari buku adalah perkembangan ahmadaiyah secara global. Di sini diteangkan bagaiaman perkembanan ahmadiyah secara lobal dan jumlah jemaatnya tiap Negara. Dan Negara mana saja yang ada jemaat ahmadiyahnya.
VII. Sistematika Skripsi
Bab I sebagai bab pendahuluan, yang isinya latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, landasan teori, kajian pustaka dan sistematika skripsi.
Bab II Berisi tentang Gambaran kondisi social Indonesia pada tahun awal masuknya ahmadiyah yaitu tahun 1925.
Bab III Berisi mengenai perkembangan ahmadiyah di kota padang dari tahun 1925 sampai tahun 2009.
Bab IV Konflik-konflik yang terjadi selama perkemangan ahmadiyah di kota padang.
Bab V Adalah bab terakhir yang memuat simpulan hasil keseluruhan penelitian.
Daftar Pustaka
- ________________2000,Riwayat hidup tiga serangkai, JAI.
- Nahdi A, Saleh, 2001. sejumput riwayat dan mu’jizat pendiri ahmadiyah. Unjung pandang: Yayasan raja pena.
- Ahmad basyruddin. 2000, riwayat hidup rahmat ali H.A.O.T. JAI: Bogor
- _______________2007. kami orang islam. JAI
- Djajasugita.F Ahmadi, 2007. Benarkah Ahmadiyah Sesat. Darul Kutubi Islamiyah: Jakarta
- Bernard Raho,Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2007.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar