Entri Populer

Sabtu, 26 Maret 2011

maaf

maaf untuk sementara posting yg ada dalam blog ini tidak dapat saya perbaharui di karenakan admin sedang sibuk, jadi posting baru dalam blog ini mungkin dalam waktu 1 bulan ke depan.
 harap di maklumi
terimakasih




maaf

Selasa, 28 Desember 2010

KARL MARX



Eleanor Marx-Aveling

Karl Marx
(Beberapa Catatan Ringan)




Sumber        : Erich Fromm, Konsep Manusia Menurut Marx, h. 328-38,
Penerbit       : Pustaka Pelajar, September 2000
Versi Online  : Situs Indo-Marxist--Situs Kaum Marxist Indonesia, September 2002
                   Marxists Internet Archive, Des. 2002


Teman-teman saya di Austria minta dikirimi beberapa kenang-kenangan menyangkut ayah saya. Dan mereka tidak dapat meminta sesuatu lainnya yang lebih sulit dari saya. Laki-laki dan perempuan Austria akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu yang berkenaan dengan kehidupan dan karya Karl Marx, sehingga saya tidak bisa berkata "tidak" pada mereka. Dan saya akan berusaha untuk mengirimi mereka beberapa catatan yang tercecer dan terpotong-potong tentang ayah saya.
Banyak cerita aneh yang tersebar berkenaan dengan Karl Marx, mulai dari kekayaannya yang berjuta-juta (tentu dalam pundsterling) sampai dengan cerita tentang subsidi yang diberikan oleh Bismarck, dengan mengunjungi Berlin secara rutin selama The International masih hidup (!). Tetapi secara keseluruhan, bagi orang-orang yang mengenal Karl Marx, tidak ada legenda yang lebih lucu daripada cerita yang banyak dikenal yang menggambarkan dia sebagai seorang yang muram, tidak menyenangkan, keras hati dan tidak mudah didekati, seperti Jupiter Tonans, halilintar yang bergemuruh, yang tidak pernah tersenyum, duduk menyendiri di Olympus. Orang-orang yang mengetahui Karl Marx justru mengagumi bahwa dia adalah jiwa yang riang dan gembira, orang yang penuh humor, yang tawa hatinya selalu menggelitik dan memancing tawa orang lain, seorang teman yang ramah, ksatria dan simpatik.
Manakala melihat kehidupan kesehariannya, seperti juga ketika berhubungan dengan teman-temannya dan bahkan dengan kenalan-kenalannya, saya kira orang akan berkomentar bahwa sifat utama Karl Marx terletak pada rasa humornya yang tinggi dan simpatinya yang tiada batas. Keramahan dan kesabarannya benar-benar mulia. Orang yang kurang baik seringkali dibuat takut oleh gangguan dan tuntutan yang selalu datang dari berbagai tipe orang, dan Marx tidaklah demikian. Seorang pengungsi Komune -orang tua yang sangat membosankan-yang bersama Marx selama tiga jam, ketika akhirnya diberitahu oleh Marx bahwa dirinya tidak punya waktu lagi karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, menjawab "Mon cher Marx, je vous excuse", adalah sifat hormat dam keramahan Marx.
Seperti bagi orang tua tersebut, bagi siapa saja, laki-laki maupun perempuan, yang dipercaya Marx (dan dia memberikan waktunya yang berharga untuk memperhatikan tidak sedikit orang yang justru benar-benar menyalahgunakan kebaikan hatinya), Marx slalu menjadi orang yang sangat bersahabat dan ramah. Kemampuannya untuk menarik perhatian orang dan membuat orang merasa bahwa dia Marx tertarik dengan apa yang menjadi ketertarikan orang-orang, sangatlah mengagumkan. Saya telah mendengar orang-orang yang memiliki beragam jabatan dan kedudukan membicarakan kemampuan khusus Marx dalam memahami mereka beserta masalahnya. Ketika dia memikirkan sesuatu secara sungguh-sungguh, kesabarannya luar biasa. Tidak ada pertanyaan yang dianggap remeh untuk dijawabnya, tidak ada argumentasi yang kekanak-kanakan ketika berdiskusi secara serius. Waktu dan ketekunan belajarnya selalu ditujukan untuk menlayani laki-laki maupun perempuan yang ingin belajar.
* * *

Ketika bercengkrama dengan anak-anak, mungkin Marx-lah orang yang paling luwes. Anak-anaknya memang tidak pernah mempunyai seorang teman bermain yang lebih menyenangkan. Kenangan pertama dengan ayah saya adalah ketika saya berusia sekitar tiga tahun, dan "Mohr" (julukan di rumah untuk Marx) memanggul saya di pundaknya mengelilingi kebun kevcil kami di Grafton Terrace, dan menyuntingkan bunga di rambut keriting saya yang coklat. Mohr adalah "seekor kuda" yang sangat menyenangkan. Pada awalnya, saya tidak ingat dengan kenangan-kenangan tersebut, namun saudara-saudara saya menceritakannya (dua kakak perempuan dan dan seorang adik kecil saya, yang kematiannya membuat kedua orang tua saya lama bersedih), anak-anak akan menjadikan Mohr sebagai kuda yan kami naiki, dan dia harus "menarik bebannya" ......Secara pribadi -mungkin karena saya tidak memiliki saudara perempuan yang hampir seusia-saya menyukai Mohr ketika menjadi kuda-kudaan. Dengan duduk di pundaknya, memegangi rambutnya yang lebat, hitam dan beberapa yang sudah menguban, saya puas "mengendarainya" berkeliling kebun kecil kami dan mengitari lapangan -kini di atasnya telah didirikan bangunan-yang melingkari rumah kami di Grafton Terrace.
Satu kata untuk menjulukinya "Mohr". Di rumah kami, semua memiliki nama panggilan. (Para pembaca Capital akan mengetahui bagaimana Marx memberikan nama-nama panggilan itu). "Mohr" nama setengah resmi Marx, bukan hanya kami yang memanggilnya demikian tetapi semua teman dekat Marx. Dia juga dipanggil "Challey" (awalnya "Charley") dan "Nick Tua". Ibu saya selalu dipanggil dengan sebutan "Mohme". Sahabat tua kami Helene Demuth -sahabat seumur hidup kedua orang tua kami-setelah berganti-ganti nama panggilan, akhirnya kami memanggilnya "Nym". Engels setelah tahun 1870, menjadi "Jenderal" kami. Seorang teman yang sangat dekat -Lina Sholer -kami panggil "Mole Tua". Saudara saya Jenny juga dipanggil "Qiu Qui, Kaisar Cina" dan "Di". Saudara saya lainnya, Laura (Madame Lafargue), dipanggil "the Hottentot" dan "Kakadou". Saya dipanggil "Tussy" -sebuah nama yang masih terus dipakai-dan Quo Qquo, Penerus Kaisar Cina", dan juga lama dipanggil dengan sebutan "Getwerg Alberich" (dari Niebelengun Lied).
Mohr menjadi seekor kuda yang sempurna karena mempunyai kualifikasi tersendiri. Dia adalah seorang tukang cerita yang unik dan tak tertandingi. Saya mendengar bibi-bibi saya berkata bahwa ketika masih anak-anak, Marx adalah seorang tiran yang bengis bagi saudara-saudara perempuannya; dia akan menunggangi Markusberg sebagai kudanya dengan sepenuh kecepatan di Trier, dan parahnya Marx akan memberinya kue yang diadoni dengan tangannya yang kotor. Tetapi "kuda-kuda" itu akan berpacu dan makan kue tanpa protes, karena dianggapnya sebagai imbalan yang diberikan Karl. Bertahun-tahun kemudian Marx suka menganrang cerita-cerita untuk anak-anaknya. Ayah menceritakannya kepada saudara-saudara saya -saya masih terlalu kecil waktu itu-ketika mengadakan perjalanan, dan ceita-cerita ini mengalir bermil-mil sepanjang perjalananan tanpa dibagi menjadi bab-bab. "Ceritakan lagi yang lainnya!" selalu menjadi rengekan dua orang gadis. Satu cerita yang paling menarik dan menyenangkan di antara banyak cerita yang dikisahkan Mohr adalah "Hans Rockle". Cerita ini dikisahkan selama berbulan-bulan secara berseri. Sangat menakjubkan orang yang telah merangkai cerita iniyang dipenuhi dengan puisi, kecedikan dan humor! Hans Rockle sendiri adalah seorang pesulap mirip Hoffmann, yang menjadi penjaga sebuah toko mainan, dan keberadaannya selalu susah dicari. Tokonya penuh dengan mainan yang sangat menarik, seperti orang-orangan, laki-laki dan perempuan, dari kayu, raksasa dan orang kerdil, raja dan ratu, pekerja dan majikan, binatang dan burung sebanyak binantang-binatang Nabi Nuh yang naik ke kapalnya, berbagai jenis dan ukuran meja dan kursi, kereta, serta kotak. Meskipun dia seorang pesulap, Hans tidak tidak pernah memenuhi keinginan setan atau penyembelih hewan, dan oleh karenanya harus menjual mainan-mainannya kepada setan, perbuatan ini sangat dibenci orang. Cerita ini berkembang secara mengasyikkan dan selalu berakhir di toko Hans Rockle. Beberapa bagiannya mengerikan dan menyeramkan; beberapa lainnya menggembirakan; semua diceritakan dengan semangat yang tak pernah kering, cerdas dan jenaka.
Mohr juga akan membacakan buku kepada anak-anaknya. Untuk saya, juga untuk kakak-kakak saya sebelumnya, dia membacakan seluruh buku Homer, Nielbelungen Lied, Gudrun, Don Quixote, Arabian Nights, dan sebagainya. Karya-karya Shakespeare menjadi Bibel di keluarga kami, jarang terlepas dari tangan dan mulut kami. Sebelum saya berusia enam tahun saya hafal drama-drama Shakespeare di luar kepala.
Pada hari ulang tahun ke enam saya, Mohr menghadiahkan sebuah novel pertama, Peter Simple. Kemudian saya juga diberi novel karya Marryat dan Cooper. Dan ayah membaca setiap novel yang saya baca, kemudian mendiskusikannya dengan saya. Ketika saya, karena terinspirasi oleh kisah laut Marryat, bercita-cita menjadi seorang "Post-Captain" (apapun itu) dan meminta saran ayah apakah saya boleh berdandan seperti anak laki-laki dan menjadi seorang tentara perang, ayah mengijinkannya, apapun yagn menurut ayah baik untuk dilakukan. Kami, saya dan ayah, tidak akan menceritakan rencana ini sampai semua persiapnnya matang. Sebelum rencana ini dimatangkan, namun demikian, Scott mania telah muncul, dan saya mendengar cerita horornya seolah-olah saya sendiri menjadi anggota suku Campbell yagn menjijikkan. Alur ceritanya dimulai di Highlands, dan saya bertahan di sana selama 45 tahun. Perlu saya katakan bahwa Scott adalah seorang pengarang yang bukunya seringkali dibaca dan dibaca lagi oleh ayah, yang dikagumi dan diketahuinya secara baik sebagaimana Balzac dan Fielding. Ketika berbicara tentang buku-buku mereka dan buku-buku lainnya lainnya, ayah, meski tanpa saya sadari, akan menunjukkan mana buku-buku terbaik, mengajarkan tanpa merasa diajari sampai saya merasa bosan berpikir dan memahaminya.
Dengan cara yang sama, orang yagn "pahit" dan "sakit hati" ini akan berbicara tentang politik dan agama pada saya. Saya ingat betul ketika saya mungkin berusia lima atau enam tahun merasakan kecemasan religius tertentu dan (kami sudah pernah datang ke Gereja Katolik Roma untuk mendengarkan musik yang indah); saya menceritakan semua ini kepada Mohr dan dia menjelaskannya secara gamblang dan langsung, sehingga sejak itu kecemasan ini tidak menganggu pikiran saya lagi. Saya juga teringat ketika dia mengisahkan sebuah cerita, yang sebelum dan sesudahnya tidak pernah dikisahkan, tentang seorang tukang kayu yang dibunuh oleh orang-orang kaya. Berkali-kali ayah mengatakan, "Di atas semua itu kami benar-benar dapat memaklumi agama Kristen, karena agama ini mengajarkan kepada kita untuk menghargai anak".
Marx sendiri pernah berkata "Berikan anak-anak pada saya," karena kemanapun dia pergi anak-anak itu akan mengikutinya. Ketika dia duduk pada sebuah kursi di salah satu kebun di Heath at Hampstead -sebuah tempat yang luas dan terbuka di sebelah utara kota London, dekat rumah tua kami-sekelompok anak akan segera mengelilingi dan memanggilnya dengan sebutan yang sangat ramah dan akrab "orang besar dengan rambut dan jambang yang panjang, serta mata coklat yang bagus". Anak-anak entah siapa, akan mendatanginya ketika Marx sedang jalan-jalan, dan memintanya berhenti.... Suatu ketika, saya ingat, seorang anak sekolah kecil yang berumur sekitar sepuluh tahun tanpa sungkan menghadang pemimpin The International yang "menakutkan" ini di Maitland Park dan memintanya bertukar pisau. Setelah anak itu sedikit menjelaskan apa maksudnya menukar pisau, terjadilah peristiwa ini. Pisau anak itu hanya bermata satu, sedangkan pisau Marx bermata dua, tetapi keduanya tumpul. Setelah tawar-menawar secara panjang lebar, bertukarlah pisau kedua orang ini, dan karena pisau pemimpin The International itu tumpul maka dia menambhkan satu sen dollar kepada anak kecil tadi.
Saya juga ingat, kesabaran dan kebaikannya yang luar biasa ketika perang Amerika dan Blue Books telah mengusir Marryat dan Scott, dia menjawab setiap pertanyaan dan tidak pernah mengeluhkan gangguan yang menimpanya. Dia tidak merasa terganggu karena seorang anak kecil mengajaknya mengobrol ketika dia sedang menyelesaikan buku besarnya. Anak itu tidak pernah diberi kesempatan untuk berpikir bahwa dirinya sedang berbicara dengan orang yang sibuk. Saya juga ingat pada suatu ketika saat itu saya sangat yakin bahwa Abraham Lincoln betul-betul membutuhkan nasehat saya berkenaan dengan perangnya, dan saya menulis beberapa surat panjang kepadanya, kemudian Mohr membaca dan mengeposkannya. Bertahun-tahun kemudian dia menunjukkan kepada saya surat-surat itu yang ternyata tidak dikirimkannya, namun malah disimpan karena surat-surat itu menggelikannya.
Sepanjang masa kanak-kanak kami, Mohr adalah seorang teman yang sangat ideal. Di rumah, kami semua adalah teman, dan dia selalu menjadi seorang yang sangat humoris. Bahkan ketika bertahun-tahun dia menderita radang bisul sampai akhir hayatnya, humor-humor Mohr tidak pernah lekang.......
* * *

Saya telah menuliskan sedikit kenangan yang terpotong-potong ini, tetapi tidak akan lengkap jika saya tidak menambahkan sepatah kata tentang ibu saya. Tidaklah berlebihan mengatakan bahwa Karl Marx tidak akan pernah menjadi seperti yang banyak dikagumi orang jika tidak ada peran Jenny von Westphalen. Kehidupan dua orang hebat ini tidaklah satu, tetapi saling melengkapi. Kecantikan ibu saya menyenangkan ayah yang memujinya sampai akhir hayat dan menimbulkan kekaguman bagi orang-orang seperti Heine, Herwegh dan Lassalle; kecantikan dan kecerdasannya sama-sama brilian. Jenny von Westphalen adalah seorang dengan sejuta pesona. Ketika Jenny dan Karl masih kecil, mereka bermain bersama; mereka bertunangan ketika Karl berusia tujuh belas dan Jenny dua puluh satu tahun, dan sebagaimana Jacob dan Rachel, mereka menunggu tujuh tahun sebelum akhirnya melangsungkan pernikahan. Kemudian sepanjang kebersamaannya, mereka berdua ditemani oleh Helena Demuth yagn setia dan terpercaya mengarungi dunia yang sarat dengan badai dan tekanan, pengusiran, kemiskinan yang getir, fitnah, perjuangan yang keras dan dahsyat; mereka tidak pernah mengelak maupun tenggelam walaupun didera tugas berat dan bahaya. Kehidupan mereka benar-benar seprti kata Browning:
Oleh karena dia selamanya adalah pasangan saya,
Kesempatan tidak pernah mengubah cinta saya
Waktu pun tidak bisa memisahkan kami
Dan kadang-kadang saya berpikir bahwa ikatan di antara mereka yang sama kuatnya dengan komitmen mereka pada kaum pekerja adalah rasa humor mereka yang tinggi. Tidak pernah ada orang yang menikmati humor seperti mereka berdua. Lagi dan lagi, khususnya ketika mereka sedang sama-sama rileks dan tenang, saya melihat mereka tertawa sampai air matanya berlelehan ke pipi, dan bahkn orang-orang yang bersedih ketika bersamanya tidak ada pilihan lain kecuali tertawa. Saya seringkali melihat mereka tidak berani saling menatap karena satu lirikan saja bisa menebar tawa yang panjang. Kalau saya amati mereka seperti dua anak sekolah yang selalu tertawa, sehingga menjadi kenangan indah saya yang tidak bisa ditukar dengan lainnya dan mungkin sifat itu menurun pada saya. Ya, saya berkhayal di sela-sela penderitaan, perjuangan dan kekecewaan, mereka adalah pasangan yang bahagia laiknya Jupiter Tonans. Jika mereka sedang dihinggapi kekecewaan, jika mereka diliputi rasa tidak enak, mereka tetap memiliki dua sahabat sejati, yaitu Engels dan Helene Demuth. Di mana nama Marx dikenal, di situ juga dikenal nama Frederick Engels. Selain itu, orang-orang yang mengetahui Marx di rumahnya juga akan teringat dengan nama seorang perempuan yang mulia, Helene Demuth.
Bagi para mahasiswa yang mempelajari watak manusia, akan terlihat aneh pada orang ini, yagn seperti pejuang, karena sangat ramah sekaligus ksatria. Mereka akan memahami bahwa dia bisa sangat membenci sesuatu hanya karena dia sangat mencintainya; bahwa jika penanya yang tajam dapat memnejarakan sebuah jiwa sebagaimana Dante sendiri, karena dia sangat ramah dan tidak lekas marah; bahwa humornya yang sarkartis dpat melukai seperti asam yang korosif, dan sekaligus humor sedemikian dapat menjadi balsem bagi mereka yang sedang dilanda kesusahan dan penderitaan.
Ibu saya meninggal pada bulan Desember 1881. Lima belas bulan kemudian ayah saya yang tidak pernah bisa terpisah dengannya juga bersatu dengan ibu dalam kematian. Setelah diserang demam dan kegelisahan, ayah tidur untuk selamanya. Jika ibu adalah seorang perempuan ideal, maka ayah juga, "Dia seorang manusia, manfaatkanlah keseluruhan dirinya untuk semua, kita tidak akan melihat manusia seperti dia lagi".(end)

MADILOG VI



BAB VII

PENINJAUAN DENGAN MADILOG


Pasal 1. PERMULAAN KATA.
Kembali kita memandang kepada Madilog. Pada permulaan buku ini dia masih satu barang yang kabur. Tetapi lama dia dapat sepuhan. Sekarang dia kembali dari sepuhan dengan memperlihatkan cahaya yang lebih terang.
“Madilog” ialah cara berpikir, yang berdasarkan Materialsime, Dialektika dan Logika buat mencari akibat, yang berdiri atas bukti yang cukup banyaknya dan tujuan diperalamkan dan di peramati.
Madilog bukanlah barang yang baru dan bukanlah buah pikiran saya. Madilog ialah pusaka yang saya terima dari Barat. Bukan pula dimaksudkan diterima oleh otak yang cemerlang seperti tanah subur menerima tampang yang baik. Saya akui kesederhanaan saya dalam segala-galanya, pembawaan atau talent, masyarakat, didikan, pembacaan dan kesempatan. Maksud saya terutama ialah buat merintis jalan teman sejawat saya, dengan buku ini, mempersilahkan mempelajari cara berpikir dunia Barat dengan rendah hati sebagi murid yang jujur dan mata terbuka.
Disini dengan jelas dan terus-terang saya mau mengatakan, bahwa Madilog sama sekali tepat berlawanan dengan “ketimuran” yang digembar-gemborkan lebih dari mestinya, semenjak Indonesia dimasuki tentara Jepang. Lebih jelas pula saya mesti terangkan bahwa yang saya maksud dengan ketimuran itu, ialah segala-gala yag berhubungan dengan Mistika, Kegaiban, dari manapun juga datangnya di timur ini. tiada pula saya maksudkan, bahwa sudah taka ada yang gaib di dunia, yakni sudah semua diketahui. Pengetahuan tidak akan bisa habis dan tidak boleh habis. Seperti juga “satu” kata tuan , “dua” kata saya. “Sejuta” sahut tuan, “Sejuta ditambah satu” jawab saya pula. Dan seterusnya. Demikianlah juga pengetahuan baru menimbulkan persoalan baru, terus-menerus. Tetapi persoalan baru itu akan terus-menerus pula bisa diselesaikan. Tidak ada batas pengetahuan dan tiada pula batas-batasnya persoalan. Inilah bahagian dari kehidupan manusia dan bagian dari dunia pikiran. Barang siapa mengaku, bahwa ada batas pengetahuan atau batas persoalan, maka dia jatuh kelembah mistika terperangkap dogmatisme. Dia akan berpangku tangan, memuncang hidungnya, membilang oum, oum ...............Dia tiada lagi akan mengeluarkan kritik atas pengetahuan yang sudah diperoleh dan tiada akan mencari pengetahuan yang lebih sempurna. Dia mati dengan pengetahuannya, karena pengetahuannya mati pula. Semua barang yang hidup mesti berubah, karena semua perubahan itu menandakan hidup. Tidak ada yang tetap, semuanya berubah. Yang tetap cuma ketetapan perubahan, atau perubahan ketetapan.
Pasal 2. DARI TITIK TERKECIL KE ALAM RAYA.
Dari atom ke Alam Raya. Langkah kilat kita mesti pakai, melompat dari atom ke Alam Raya. Dari atom, titik benda terkecil, marilah kita melompat kekeluarga matahari kita solar sistem. Dari keluarga matahari kita ada lagi keluarga matahari yang lain – ke Bintang kita, stellar Universe Alam Raya. Dari alam bintang kita ada lagi Alam bintang lain ke sekalian Alam bintang. Universes, Awang-awang (space) dengan Alam-Bintang didalamnya, baik yang sudah bisa diperiksa ataupun yang belum lagi.
Zaman Demokritus, lebih kurang 2500 tahun dahulu, belum lagi punya telescope, teropong raksasa, yang bermulut 100 inchi, yakni 2,5 meter, seperti terdapat di Mount Wilson Observatory di Amerika. Apalagi yang bermulut 5 M seperti sudah ada sekarang. Dengan teropong raksasa 2,5 M sudah terang sekali bisa diambil gambaran dari bintang Yupiter umpamanya, satu bumi, seperti bumi kita ini juga, yakni Matahari yang sudah padam apinya. Bumi Yupiter, paling dekat pada kita ada 367.000.000 mil (bukan KM) dan paling jauh 600.000.0000 mil teropong raksasa bermulut 2.5 M sudah bisa diperamati bintang yang jauhnya 500.000.000 tahun sinar. Dalam satu detik, seconde saja sinar bejalan 186.000 mil, jadi dalam satu hari ada 24 x 80 x 60 x 186.000 mil. Satu tahun sinar berarti 365 z 24 z 60 z 60 z 186.000mil ialah + 149.000 Km.
Zaman Demokritus belum lagi punya Spectroscope, perkakas buat memeriksa Spectra, atau warna Sinar (radiatron). Cahaya, light, matahari yang melalui kaca perisma dipisah jadi 7 jajar warna, kita lihat pada pelangi, pengindraan, ialah putih, hitam, merah, hijau, violet, biru dan kuning! Besi umpamanya mempunyai jajar yang berwarna terkhusus buat besi saja. Jajar berwarna ini ada berhubungan dengan wave-Light, panjang ombak. Begitu jug elemen zat asli yang lain-lain. Kalau cahaya yang datang dari matahari umpamanya yang dipisahkan oleh Spectroscope tadi, memperlihatkan warna terkhusus yang terdapat pada cahaya yang datang dari besi, maka bisa dipastikan bahwa Sang Matahari ada mempuyai besi. Begitulah Stereoscope bisa periksa apa zat asli, elements, terdapat pada bintang dan bumi lain di Alam Raya ini.
Zaman Demokritus belum lagi melahirkan ahli Matematika yang bisa mencuci kaki Newton, Laplace, Poincar, Gauss atau Einstein. Belum lagi melahirkan Dalton, Avagadro yang karena teori mereka sebetulnya jadi bapa Ilmu Kimia zaman sekarang. Apalagi seorang Sir Ernest Rutherford yang bisa memberi “poto” dari “pertempuran atom dan atom”.
Demokritus dinamai si Gelap, karena gelap kalimat dalam tulisannya, tiada dimengerti oleh teman sejawatnya! Dia tiada punya teropong raksasa buat mendekatkan yang jauh dan membesarkan yang kecil. Dia belum mengetahui Ilmu Matematika buat menghitung antar yang jauh, kodratnya benda menarik benda dan cepatnya benda lari. Dia belum punya perkakas buat mengambil poto dari mukanya sendiri, jangankan lagi dari atom, ialah benda yang terkecil, tak bisa dipecah terus lagi itu tak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Tetapi dialah, Demokritus, bapanya benda terkecil itu. Dan senjatanya buat memperoleh ini cuma Dialektika mentah, belum lagi terpadu dan tersepuh, seperti pda zaman Hegel dan Marx. Dengan Dialektika berdasarkan Materialisme bukan Dialektika berdasarkan Mistika seperti terdapat di Asia! Demokritus memberi pemandangan filsafat tentang Alam Raya yang banyak memberi petunjuk pada pemikir sesudah zamannya.
Kembali ktia kepada titik terkecil tadi, kepada atom tadi! maka sampai pada zaman Ruhterford, ialah zaman kita abad ke 20 ini sekarang. Atom tadi masih dianggap Hypothesis, persangkaan saja. Pengeritan Dalton yang hidup pada permulaan abad yang lalu pun tentang Atom itu masih jauh berbeda dengan pengertian sekarang. Tetapi sesudah Rutherford dengan gambaran memperlihatkan “bombardement” penembakan Atom dengan Atom itu, maka Atom itu tiadalah lagi satu Hypothesis, persangkaan seorang ahli Dialektika Materialis, melainkan satu benda, satu bukti, satu kenyataan.
Benda terkecil inilah satu-satunya menjadikan Demokrtius salah satu Filsafat Yunani yang terbesar dimata kita. Demikianlah kebesaran Demokritus terdapat pada benda-terkecil itu.
Demokrtius, Si Gelap yang menjadi terang benda yang terkecil. Keterangan dari benda terkecil ini sekarang melenyapkan kegelapan tulisannya dan melenyapkan kegelapan Dunia Filsafat dan Ilmu Bukti.
Pasal 3. ATOM
Atom, oleh Ahli Bukti zaman sekarang dianggap sebagai batu tembok pada gedung Alam Raya. Semua benda di Alam Raya di anggap berdiri atas 92 atomnya, zat-asli yang sudah dikenal, besi, perak, timah, dsb. Satu rupanya dan satu sifatnya dengan atom yang diperoleh di Bumi kita, di Matahari kita, di Alam Bintang kita dan sama di Alam Raya. Pendeknya sifatnya atom undangnya berpadu atau berpisah pada bumi atau bintang yang berjuta-juta mil jauhnya dari kita.
  1. Apakah Atom? 2. Apakah zatnya dan apa pulakah Kodratnya atom itu? 3. Ini cuma satu dua dari banyak pertanyaan yang timbul dari atom saja. Tetapi jauh dari dua pertanyaan itu sudah sedikit sederhada memberi penerangan pada benda terkecil yang tiada bisa dipandang dengan mata telanjang itu.

Atom, walaupun tak bisa dipecah lagi sebetulnya satu alam sendirinya pula, mempunyai bagian pula. Betul tak ada yang lebih kecil dari atom, tetapi barang terkecil pun mesti punya bagian juga, ialah bagian dari dirinya. Kalau masyarakat dunia ini kita pecah, maka pertama kita peroleh umpamanya bangsa atau kelas. Kalau kelas itu kita pecah lagi, maka kita peroleh golongan, keluarga, famili dan akhirnya kita peroleh manusia. Si manusia ini tiada bisa dipecah lagi. Kalau dipecah lagi kita tiada kaan memperoleh manusia dalam pengertian biasa lagi, melainkan daging atau tulang atau bangkai. Tetapi satu manusia yang tiada bisa dipotong-potong lagi itu, ada punya bagian, badan, kepala, kaki, dan sebagainya. Persamaan diatas ini cuma buat gambaran saja, buat penolong berpikir saja. Persamaan itu tidak dimaksudkan buat diteruskan dalam segla hal.
Jadi ringkasnya, walaupun atom itu satu benda terkecil, dia ada mempunyai bagian.
Rutherford menyimpulkan, bahwa atom yang dia “tembak” itu mempunyai badan yang dinamai proton. Proton ini pusat yang dikelilingi oleh beberapa badan pula, yang dinamai electrons (ingat perkataan elektron yang memang jadi, jiwa Ilmu Alam sekarang!). Proton yang dikelilingi oleh elektron tadi banyak persamaannya dengan keluarga Matahari ktia. Matahari kita ada dipusat, dan dikelilinginya beredar bumi kita dan beberapa bumi yang lain-lain (Kelak akan diteruskan!).
Proton dengan elektron berkelilingnya itulah yang kita maksudkan diatas dengan Alam Raya Kecil. Besarnya atom itu ialah besar seluruhnya alamnya, yakni alam proton dan elektron dikeliling. Seluruh alam ini jauh lebih besar dari badan pusat, ialah proton tadi. Tetapi badan pusat, yakni proton ini memiliki hampir jumlahnya zat pada alam terkecil ini.
Pusat bernama proton itu mempunyai kodrat menarik, positive charge (+), masing-masing proton pada 92 zat asli dianggap sama. Tetapi banyaknya proton itu pada atom bermacam-macam zat asla tidaklah sama. Demikianlah zat asli Hydrogen punya satu proton dan carbon 12 (1 dan 12 ini dinamai juga berat-atom, angka!). banyaknya proton = angka beratnya atom.
(Bumi-) elektron yang “bisanya” dianggap beredar mengelilingi (matahari-) proton itu, juga sama pada masing-masing 92 zat asal itu. Tetapi banyaknya elektron pada atomnya bermacam-macam zat asli tidak sama. Demikianlah atom Hydrogen mempunyai 1 bumi elektron, atom helium 2, lithium 3 dan sampai kita berjumpa dengan atom terberat, yakni uranium, yang mempunyai 92 elektron.
Elektron mempunyai kodrat menolak, negative charge (-). Diatas sudah kita terangkan, bahwa proton mempunyai kodrat menarik (+). Kodrat menolak (-) dari 1 elektron sama dengan kodrat menarik (+) dari 1 proton. Hasil dari tolak dan tarik (+ dan -)pada dua arah bertentangan, itulah netral setimbang (0). Seluruh atom-atom jadi setimbang, aman netral, kalau tarikan dari proton kesatu arah sama dengan tolakan elektron pada arah bertentangan. Jadi setimbang, aman, kalau banyak proton yang menarik sama dengan banyak elektron yang menolak.
Kecuali pada Hydrogen, pada badan pusat, pada protonnya atom yang lain juga kita dapati elektron. Jadi elektron tidak didapat pada lingakaran belaka. Misalnya helium! (mulanya helium didapat di Matahari, kemduian baru dibumi ini. pada hal Ilmu Bukti mendahului mata!) Helium mempunyai 4 Proton pada pusat dan 2 elektron pada lingkaran. Jadi tarikan proton dan tolakan dari elektron tiada setimbang. Alam atom dalam hal ini jadi goyang, bergelora. Supaya menjadi stimbang, mak perlu ditempelkan 2 elektron lagi. Dan 2 elektron ini tertempel ditengah dipusat bersama-sama deegan protons.
Gambar No 1
                                                    1
  
Disini kita lihat 4 Proton dipusat, 2 elektron dilingkaran dan 2 menempel dipusat sama proton.
Sifatnya satu element, zat asli tiadalah bergantung pada badan pusat pada proton, melainan pada banyaknya eletron.
Chlorine umpamanya dianggap satu zat asli yang aneh, lama dianggap sebagai orang yang suka melanggar undang-undangnya Dr. Prout umpamanya.
Sebabnya karena berat atomnya 35, 46 dan kita tahu bahwa angka beratnya atom itu sama dengan angka banyaknya atom. Jadi tak bisa dipikirkan banyak proton yang berpecahan, tiada genap itu yakni, 35, 46. bisa dipikirkan 1,2 atau 12.
Tetapi ada dua macam chlorine yang keihatan dengan mata telanjang memang sama rupanya. Yang satu macam mempunyai 17 bumi elektron. Dia mempunyai 35 proton. Jadi buat mengadakan seimbang mesti ada 35-17 = 18 elektron menempel pada pusat. Macam chlorine yang kedua juga mempunyai 17 elektron, tetapi cuma 37 proton. Buat menjadi setimbang, maka mesti ada 37 – 17 = 20 elektron menempel kepusat.
Kelakuan kedua alam atom chlorine tadi memang sama, sebab banyak bumi elektron ayng beredar pada masing-masing lingkaran memang sama, tetapi berat atomnya berlawanan. Karena berat atom seperti dibilang diatas sama dengan banyak proton pada atom itu. Jadi berat atom chlorinet macam pertama ialah 35 dan macam kedua 37. biasanya chlorine itu ialah campuran dari dua macam chlorine yang berat atomnya tiada sama (37 dan 35) itu. Sebab itulah kita peroleh angka pecahan 35 – 46 tadi.
Persoalan diatas sekarang sudah bisa kita jawab.
Apakah atom? Walaupuan tiada sempurna dan memang tak bisa sempurna sebab pengetahuan selalu mengembang, sementara kita bisa menjawab: Atom ialah Titik Benda Terkecil, yang terdiri dari proton dan elektron. (Dengan benda Terkecil, yang terdiri dari proton dan elektron, dengan benda terkecil yang dimaksudkan benda yang tiada bisa dipecah lagi, sepadan dengan tingkat majunya Ilmu Bukti; pada hari depan boleh jadi atom itu lebih kecil lagi dari atom sekrang!). kita sedikit tahu tentang listrik. Proton dan elektron ini banyak berkenaan dengan Listrik yang bisa pakai dan lihat hari-hari. Bukan listrik sebagai “Ding An-Sichnya”. Ahli Filsafat Kant atau Idealist yang lain-lain: Kodrat? Juga terdapat pada listrik, menari (+) dan menolak (-) dan bisa dihitung. Proton dan elektron pada atomnya 92 zat asli yang terkenal di Alam Raya ini “sama”. Begitu juga hukumnya bermacam-macam atom itu berpadu dan berpisah “sama” dibumi kita ini dengan undang perpaduan dan perpisahan atom yang jauhnya 500.000.000 tahun sinar atau 10 x lebih!
Kita saksikan diatas cuma keseimbangan, kemauan satu-satu atom. Tetapi kalau tiap-tiap atom dari tiap-tiap zat asli tinggal seimbang aman, artinya tolakan sama dengan tarikan (+) = (-) maka kita tak akan mendapat perpaduan, ialah perpaduan satu macam atom dengan atom yang lain. Molecule dari air H2O umpamanya, ialah perpaduan hydrogen (H) dengan Oxigen (O). Molekul dari garam-dapur (NaCI) ialah paduan (compound, bukan campuran, yakni mixture!) dua zat asal acdium (Na) dan chlorine (Cl).
Bagaimana bisa terjadi perbedaan. Peramatilah gambaran
No. 2.
1
Dua lingkaran ini menggambarkan lingkaran yang diedari oleh elektron dari H yaitu Hydrogen dan He = Helim. Pada badan pusat ada proton yang tiada digambarkan. Pada lingkaran dikiri da satu elektron (-) yang dengan proton (+) mengadakan perdamaian setimbangan. Pada lingkaran kanan ada 2 elektron (-), yang dengan dua proton (+) mengadakan pertimbangan pula. Setimbang dua elektron helium ini, dianggap satu setimbangan yang tak mudah diganggu.
Sesudah He, maka pada tiap-tiap 7 atom menurut The Law of Octaves seperti pada noot dalam musik dan pada tiap-tiap 17 atom menurut Mendelief, elektron bertambah satu.
Satu barisan 7 atom itu menurut susunan Law of Octaves ada digambarkan dibawah ini.
Gambaran No 3.
1

Zat asli berikut 1º Li = Lithium, 2º Be = Beryllium, 3º B = Baron, 4º C = Carbon, 5º N = Nitrogen, 6º O = Oxigen, 7º F = Fluorine. Dibawah ialah 8º Ne = Neon. Masing-masing punya 2 lingkaran, dalam dan luar. Pada lingkaran dalam ada tetap 2 elektron. (Proton tidak digambarkan!) pdaa lingkaran luar dari 1 sampai 8, elektron naik dari 1 pada Li sampai jadi 8, pda Ne. Jadi Ne mempunyai 2 elektron pada lingkaran dalam dan 8 pada lingkaran luar (2-8). Susunan 2-8 ini pada Ne seperti susunan 2 elektron pada Ne, diatas tadi dianggap satu setimbangan, kemauan yang tidak mudah diganggu.
Maka adalah 92 elements. Zat Asli itu boleh disusun 7 sejajar menurut Laws of Octaves (pendapatnya Newlands!) atau disusun 17 sejajar menurut “Periode Table” dari pendapat Mendelief (susunan Mendelief pembaca bisa atur atau pikirkan sendiri!).
Jadi dari Ne kita bisa memasang lagi 7 Zat Asli sampai kita bertemukan Zat asli yang tak mudah, diganggu pula keamanannya. Sekarang tiada lagi satu, melainkan dua lingkaran luar. Barisan seperti dibawah ini dimulai dengan Ne, yaitu yang ber-elektron 2-8 tadi. Dengan dua lingkarannya menjadi 2-8-0
Gambaran No. 4.
1
Ne 2-8-0       Na 2-8-1     Mg 2-8-2     Al 2-8-3       SI 2-8-4          P 2-8-5        S 2-8-6         Cl 2-8-7
Kembali pada pertanyaan bermula: Bagaimanakah atom berpadu? Molecule garam ialah NaCL, satu atom Na = radium kawin dengan satu Atom CL = chlorine. Pada barisan diatas ktia jumpai Na itu pada tempat ke 2 dan mempunyai elektron 2-8-1. Cl terdapat pada 7 tingkat lebih tinggi yaitu tempat ke 8 dan mempunyai susunan elektron 2-8-7.
Diatas sudah kita terangkan, bahwa elektronnya He = 2 dan elektronnya Ne = 2-8- atau 2-8-0 ada aman, tetap, tak bisa diganggu: Setia pada atomnya. Tetapi yang lain-lain susunan dari 2-8-1 samapai 2-8-7 tak ada yang setia pada sarangnya. Dia mau keluar, melmpat mencari jodoh, supaya menjadi kembar mengadakan angka 8.
Demikianlah “1” pada Na yang 2-8-1 alau berjumpa dengan “7” pada Cl, maka mereka berlaku seperti putera-puteri yang rela sehidup-semati, meninggalkan rumah ibu, dan mengadakan perkawinan pada molecule NaCl, ialah garam dapur.
Sang Garam bukan campuran, melainkan suatu paduan, compound. Benda baru bersifat lain dari kedua asalnya masing-masing ialah Na dan Cl. Sedangkan kedua zat asalnya itu Na dan Cl itu masing-masing racun yang jahanam sekali; dua sejoli, sang garam dapur, jadi benda yang penting buat jasmani manusia dan hewan.
Perpaduan itu berlaku menurut undang yang tentu tak pernah undang itu dilanggar, di bumi kita, di keluarga matahari kita, ataupun di Alam Raya (menurut undang Valency, undang nilainya atom yang berhubungan dengan teori Dalton). Mg umpamanya kalau berjumpakan Cl tiada berpadukan satu dengan satu melainkan 1 atom Mg dan 2 atom Cl. Jadi Mg = 2-8-2, kehilangan elektronnya, yang tebrang menemui 2 elektronen Cl, pada 2 tempat pada 2 alam terkecil, masing-masing 2-8-7. murid sekolah menengah tahu, bahwa Mg bernama divalnet, bernilai 2.
P = Phosphorus (2-8-5) boleh mendapatkan keamanan dengan 2 jalan. Pertama dia bisa lemparkan 5 elektron dan tinggal jadi atom yang aman (2-8) atau seperti Arjuna yang dia bisa rebut 3 elektron dan jadi alam yang aman pula. (2-8-8). Paduan pertama bernama phosphorus pentoxyde (P2 O5) dan paduan kedua bergelar phosphire PH3. Sekarang baru kita mengerti kenapa 11,1% Hydrogen berpadu dengan 88,9 % Oxigen (O) seperti kita majukan pada permulaan buku ini. menurutnya hukumnya Dalton, maka satu atom berpadu dengan yang lain menurut angka yang tetap. 2 atom H berpadu dengan 1 atom O yang beratnya 16 atom H. Jadi perbandingan berat dari kedua atom itu ialah: 2: 16  atau 1: 8 yakni cocok dengan 11,1 % dan 88,9 %.
Begitulah penerbangan elektron dari satu alam atom ke elektron lain pada alma atom lain berlaku menurut hukum yang pasti, yang benar hakekatnya buat seluruh alam raya.
Laws of Octaves ataupun Periodic table maksudnya ialah mengusun atom yang 92 itu menurut elektron liar masing-masing. Sesudah naik sampai mendapat 7 elektron liar menurut Law of Octaves atau 17 menurut Periodic Table, maka kita dapati atom yang banyak persamaan dengan tingkat pertama.
Menurut Law of Octaves, susunan itu:
Gambaran No. 5:
1
      
        Li                     Be                   B                      C                   N                    O                     F
1
      Na                     Mg                   Al         Sl                     P                      S                    Cl
Demikianlah kalau kita naik 7 anak tangga dari Li kita sampai pada Na, yang banyak bersamaan rupa dan sifat dengan Li tadi, kita naik dari Be kita sampai pada Mg dan seterusnya, dan sebagainya. Sekarang kita ingat pada para bapak Kimia Arab yang sebetulnya tiadalah begitu edan atau gila, yang mencari “philosophers atene”, zat yang bisa menukar (transmute) sesuatu logam menjadi emas. Pada tahun 1816 Dr Prout memperingatkan, bahwa satu atom tidaklah begitu berbeda dengan atom yang lain. Dan semuanya dibangun dari atom Hydrogen (H). Laws of Octaves atau Periodic Tablenya Mendelief memperlihatkan, bahwa satu element (zat asli) bisa menjelma menjadi, zat-asli yang lain. Yang penting pula akhirnya yang terpaksa diterangkan lebih panjang tadi sudah bisa sekarang dimaklumkan, ialah:
Sedikit (banyak) benda, bisa diubah menjadi bukan main besarnya kodrat (energy). Menurut perhitungan para ahli, maka proton yang (+) itu dipertempurkan dengan elektron yang (-) itu, maka hasil pertempuran itu adalah kodrat yang maha hebat. Proton dan eletron keduanya hilang binasa, musnah. Atomnya 1 ounce (1/24 Kg) batu arang bisa dengan pertempuran itu menghasilkan kodrat 180.000 kuda. Disini bisa kelihatan, bahwa benda bisa ditukar dengan “kodrat”. Disini pula para ahli kegaiban yang menarik napas itu mendapat undang baru. Nah katanya: Disini nayta bahwa benda sama dengan kodrat dan dengan main sulap seperti biasa dia membalikkan hakekat dengan membalikkan Logika: “kodrat” itu sama-diri dengan “benda”. Tetapi buat bisa sebaliknya yang nyata, ialah kodrat itu saja tak bisa menimbulkan benda, seperti terjemahan mistikus. Benda mesti mengandung kodrat, tetapi sebaliknya, kodrat sendirinya, tak berbenda yaitu tidak ada bendanya. Kodrat uap yang menjalankan kereta, terpaut pada air, kodrat besi berani (magnetisme) pada besinya listrik pada obat kimia atau besi beraninya.

PEMANDANGAN (MADILOG).
Peralaman yang bisa dilakukan dengan atom itu, sepeti bombardement atomnya Rutherford, dan berhubung dengan atom juga, ialah “radio activity”, yakni kelakuan atomnya “radium”, yang pertama diketahui dan diperalamkan oleh Tuan-Nyonya dan sekarang diteruskan oleh Nona Curiw, masih termasuk pada zaman turunan ktia ini.
Hegel dan Marx pada abad ke-19 belum bisa melihat radiumnya familie Curie dan photo Rutherford yang menunjukkan pertempuran atom dan atom. Atom pada masa itu masih dalam daerah hypothesis, persangkaan belaka, walaupun sudah berubah dari bentuk Demokritus ke bentuk Dalton dan Dr. Prout, yang hidup pada abad ke-19 juga. Pendeknya peredaran bumi elektron mengelilingi matahari proton, belumlah masuk jadi bukti yang bisa digambarkan dan disaksikan.
Dalam pembacaan dan peringatan saya yang terbatas sekali ini. saya juga belum bertemu dengan tulisan Marx, ataupun Engels, Plechanoff dan Lenin .......... atau lain-lainnya, yang menjatuhkan alam “atom” ini kebawah microscope Dialektika Materialisme.
Sebab itu saya sangsi mengambil kesimpulan! Tetapi kalau tak ada keberanian, memanglah tak bisa didapat kemajuan, terutama dalam pengetahuan. Kesilapan saya diharap boleh menjadi alat adanya hakekat baru. Tak ada hakekat yang tidak didahului oleh kesilapan. Hakekat ialah anak kesilapan. Dan kesilapan itu bisa jadi bapak sesuatu hakekat.
Jadi atas pertanggungan saya sendiri, dan dimata saya sendiri, pada Alam Terkecil inilah saya lihat perlakuan, pelaksanaan pertama dari Dialektika Materialisme. Disinilah pertama sekali berlaku “wirkliche Logik der wirkliche Gegenstandenya Marx” ilmu berpikir yang sebenarnya dari pada Benda yang sebenarnya. (Maksud Marx tentulah: Wirkliche Dialektik der wirkliche Gegenstande).
Pertama: Negation der Negation, pembatan kebatalan.  Tidaklah berlaku lebih dahulu pada Ide, dalam pikiran , seperti menurut Hegel, melainkan pada Benda, walaupun benda itu tak bisa dipandang dengan mata-tak-berpekakas.
Kedua: Quantity jadi quality, bukanlah berasal dari dunia rohani, melainkan pada dunia benda, zat yang akhirnya, lambat launnya membayag ke dalam cermin otak manusia.
PERTAMA: PEMBATALAN KEBATALAN.
Syahdan, bermula saya kenal proton sebagai thesis, yang pertama “ada” sebagai kodrat penarik (+). Elektron (-) sebagai benda juga yang membatalkan yang mempunyai kodrat menolak ke arah yang bertentangan, sebagai (-). Kalau menolak dianggap (+), maka menarik mesti kita anggap (-). Dari perjuangan thesis dan anti-thesis, proton dan elektron itu, kodrat menarik dan menolak itu, + dan – itu dari kebatalan proton seperti benda tunggal itu timbullah benda atom bulatnya, benda atom seluruhnya yang mengikat proton dan elektorn itu. Timbullah pula “setimbangan” keamanan, harmoni, timbullah pemabtalan dari kebatalan “Negation der Negation”. Disini juga nyata, bahwa benda (proton atau elektron) itu mengandung kodrat (+ atau-) dan kodrat itu tak bisa bertambah dari benda.
Seterusnya: Menjadi thesis pula atom yang ingkar, yang mengganjil dari atom teman sejawatnya yang mengandung sifat menarik (+). Dia bertemu dengan anti-thesis, ialah atom tingkat pula dari jenis atom yang lain yang berkodrat menolak pada arah bertentangan (-). Kedua atom yang datang dari golongan berlainan itu sekarang mengadakan setimbangan, keamanan yang baru pula. Mereka mengadakan benda yang baru, bernama Molecule. Benda Molecul inilah bentuknya pembatalan kebatalan, negation der nagation.

KEDUA: PERUBAHAN BILANGAN (BANYAKNYA) MENJADI PERUBAHAN SIFAT.
Kita perhatikan semua 92 zat asli yang sudah diketahui (sekarang) itu! Semuanya boleh dibagi atas beberapa jenis (atau musim) yang masing-masingnya mempunyai 7 atom menurut Law of Octaves, atau 17 atom, menurut Periodic Table (daftar musim). Satu anggota dari satu jenis musim berbedanya dengan anggota lain dari jenis musim itu juga, cuma dalam banyak angkanya elektron. Jadi nomor 1 naik ke nomor 8 elektron. Tetapi sesudah sampai ke No. 8, maka perbedaan banyak elektron tadi bertukar, menjadi perbedan sifat: tidak lagi di atom yang mudah terganggu keamanannya, melainkan menjadi atom yang setimbang, tak mudah diganggu keamanannya.Dari sifat pelari menjadi sifat setia. Disini kita lihat perlakuan: Quantity berubah menjadi quality, perubahan banyak elektron tadi bertukar menjadi perubahan sifat yakni mudah terganggu menjadi setimbang (demikianlah Be, B, C, N, O, F (lihat gambar No. 5 (L .........) semuanya mempunyai eletkron yang berkenaikan, dan semuanya mudah terganggu, lekas mau sarak! Tetapi tiba-tiba kita sampai pada Na, ialah atom, yang tak mudah diganggu (setia). (Dari Be kita sampai ke Mg, dari B ke Al dsb). (dalam Periodic Table tadi kita juga melihat perlakuan pembatalan kebatalan. Kita ingat akan contoh Engels, ialah gandum. Mulanya gandum dibatalkan oleh pokok gandum. Kebatalan ini akhirnya dibatalkan oleh “buah” gandum. Pembatalan dari kebatalan ini kembali pada asal, ialah gandum. Tetapi gandum pada ujung, yakni pembatalan kebatalan, lebih banyak dari gandum tampang. Begitu juga Li sebagai thesis akhirnya mendapatkan Na; Be mendapatkan Mg; B mendapatkan Al dan sebagainya, dan atom yang baru lebih banyak elektronnya dari atom tampang: Na lebih banyak dari Li, Mg lebih banyak dari Be dsb).
Nyatalah sudah alam kita yang terkecil itu selalu dalam gelora, tarik dan tolak, dalam gelora pergerakan dan pertentangan. Sebab itulah tiada mengherankan kalau terutama sekali sebetulnya kita berada di daerah Dialektika, yakni: Dialektika Materialisme. Tetapi sekarang scientist masih cukup mendapat lapangan dimana Logika bersimaharajalela. Persoalan yang pasti, menurut Ueberweg, mesti dijawab dengan jawab yang pasti, ya itu ya, A bukan non A. Cepatnya atom berlari dalam tempo yang tertentu, kuatnya atom menarik, menurut berat atau massa (banyak zatnya) yang tentu undangnya para atom berpadu dan berpisah dan 1001 persoalan yang berhubung dengan gerakan, banyak dan sifatnya atom atau molecule, mesti dijawab dengan Logika atau Matematika. Tetapi bermula jangan dilupakan, bahwa ada moment, saatnya dimana A itu sama dengan non A “ya itu berarti tidak”.
Saya lihat disini bukanlah rohani tunggal itu yang mengadakan Yang-Nyata, Absolute Idenya Hegel yang mengadakan Reality. Kalau ada yang tunggal, ke-Esaan, maka ke-Esaan itu terdapat pada Benda, pada Alam terkecil, pada Atom. Disini sudah boleh diperalamkan dan diperhitungan, bahwa proton pada Zat Asli manapun di Alam Raya in ibersamaan, Elektron pun bersaman satu-satu dengan lainnya, begitu juga hukumnya, Atom bertempur, berpadu, atau berpisah. Semua atom dari semua Zat Asli boleh disusutkan pada Hydrogen, di-esakan oleh Hydrogen. Jadi benda, barang yang nyata, Hydrogenlah yang mempersatukan semua zat dalam Alam Raya ini. boleh jadi sekali besok atau lusa ada Zat asli lain dari Hydrogen, yang dianggap pangkal dari zat. Dan mungkin, ya, boleh jadi sekali proton atau elektron boleh dipecah lagi – semua thesis itu mengandung anti-thesis dan semua anti-thesis itu mengandung thesis pula – tetapi yang jadi pangkal tetap benda, berapapun juga kecilnya. Atom bersifat menarik (+) bisa dipertemukan dengan benda berifat menolak (-). Hasilnya ialah petusnya, pertempuran itu, ialah kodrat yang maha hebat. Tetapi kodrat itu sendiri tak berbenda, tak ada di Alam Raya ini. bagaimana benda itu bergerak, bertempur, berpadu dan bercerai, cara dan aturan itulah yang menjadi undang, yakni yang dalam bahasa kita, manusia, dinamai undang. Pada tingkat science sekrang ini, Hydrogen itulah ke-esaan semua zat. Aturannya Hydrogen bergerak, berpadu, berpisah, menjelma pada atom yang lain diseluruh Alam Raya inilah yang membayang di otak kita. Bukan Rohani atau Ide, pikiran yang membikin Yang Nyata, melainkan yang Nyata, Benda dan Hukumnyalah yang terletak diotak, mental, manusia.

Pasal 4.  KELUARGA MATAHARI KITA
Dr. H. Spencer Jones menulis satu buku, bernama “LIFE ON THE OTHER WORLD” (Hidup di Bumi lain). Dr. Jones menulis dalam bukunya itu, apakah yang hidup dalam bumi lain-lainnya. Buku tadi ditulis ditahun 1940, jadi boleh dikatakan baru sekali. Lagi pula ditulis di Negara Inggris; negara ini memasyhurkan dirinya, karena disana ada demokrasi asli, ada kemerdekaan penuh buat berkata, menulis dan berkumpul. Kemerdekaan mengeluarkan pikiran itu tidaklah memerdekakan pujangga Jones dari Gereja Resmi, apabila ia meraba perkara yang begitu penting, ialah yang Hidup. Perkara yang Hidup ini di Negara Merdeka, demokratis, yang dianggap seperti monopolinya Gereja resmi. Agama monotheisme, bertuhan Esa, sudah mempunyai kepercayaan “yang tak lekang dek panas dan tak lapuk dek hujan” perkara yang Hidup itu. Teman sejawat pengarang Dr. Jones, pula seorang ahi Bintang pun juga sudah memeriksa perkara hidup dilain bumi itu. Teman Dr. Jones bernama Fontenelle, sebelumnya memberanikan diri memeriksa perkara yang mengenai kepercayaan tu mengucapkan sembah simpuh terlebih dahulu. Sembah simpuh inilah yang terlebih dahulu dicatat oleh Dr. Jones dalam bukunya tadi, sebagai sesuatu syarat minta izin kepada yang monopoli atas perkara itu. Bunyi sembah simpuh itu, diantaranya: “Bahwa menempatkan manusia didalam ini tempat dari bumi kita ini berbahaya sekali buat agama”.
Lebih kurang 500 tahun dahulu, maka Antonio Bruno, Ahli Bintang Italia dibakar hidup-hidup, karena ia memajukan teori tentangan gerakan bumi yang bertentangan dengan kepercayaan resmi. Copernicus dan Galilea dibelakangnya Bruno mesti bermain sandiwara dan mengaretkan lidahnya supaya badannya dijauhkan dari api unggun.
Penulis ini kebetulan pula termasuk keluarga yang mempunyai kakek yang terkenal dalam daerahnya, sebagai ahli falak. Walaupun kuburan Sang Kakek dianggap sakti kramat, tetapi perkara ilmu bintang itu, adalah perkara yang mesti dibisikkan diantara anggota keluarga saja. Saya masih ingat pesan Sang Ibu yang selalu diucapkan kepada saya, supaya berlaku “awas” sekali terhadap Ilmu Bintang. Entah karena Sang Kakek mengandung faham yang berbahaya terhadap Ilmu Bintang, entah karena sendiri memusuhi faham yang dianggap berbahaya, tiadalah saya tahu ............wallahu Allam (Hanya Tuhan Yang Tahu, ed).
Tetapi syukurlah sudah bukti, bahwa tiada didalam dunia Agama serani saja, tetapi didalam dunia Islam pun Ilmu Bintang itu mengandung beberapa perkara yang menyinggung kepercayaan resmi – Ilmu Bintang itu didaerah monotheisme seolah-olah senantiasa berada dibawah pengawasan sensor!
Tiadalah pula mengherankan kalau Ilmu Bintang itu mesti di buntuti, dikempei-i saja. Memangnya faham tentang bumi dan langit saja, tentang keadaan dan asalnya bumi dan langit itu pada Ilmu Bukti dan Agama berbeda seperti siang dan malam.
Dua perkara saja yang amat menyolok mata.
Pertama, bumi dan bintang itu oleh Agama dianggap sebagai firmannya Tuhan. Ilmu Bukti menyangka sebagai buahnya evolusi, kemajuan menurut hukum sendiri, dalam juta-jutaan tahun: dari leburan benda (molten masa), dari kabut menyala, kabut Hydrogen, sampai ke Alam Raya kita sekarang ini.
Kedua: Bumi kita ini dianggap sebagai bumi yang tunggal dan besar. Tetapi tiada bergerak. Bumi kita ini adalah pusatnya matahari dan bintang yang mengedari bumi kita ini. matahari dan bintang ini dianggap sebagai malaikat pada satu langit yang dianggap sebagai salah satu dari bumi yang banyak.
Lagi pula bumi ini sangat kecil sekali kalau dibandingkan dengan besarnya matahari saja. Matahari inipun cuma salah satu dari bintang menengah saja, diantara juta-jutaan bintang di Alam Raya ini. bumi ini bukan pula pusatnya Alam ini. bumi ini mengedari matahari, yang bukan pusat pula di Alam Raya ini. matahari inipun sebetulnya tiada tetap, karena ia berputar disekeliling sumbuya sendiri. ketika bumi mengedari matahari, bumi itu berputar pula pada sumbunya sndiri. Sebab itu kita melihat bintang yang mengelilingi bumi. Lagit yang dianggap padat itu tak ada dalam Ilmu Bintang. Walaupun teropong bisa jauh memandang sampai 500.000.000 tahun sinar, langit padat itu tak kelihatan. Yang ada cuma awang-awang kosong, dan didalamnya ada berjuta-juta bintang, bumi dan bulan (satlliet) yang sangat berjauhan pula satu sama lainnya.
Sangat jauh bedanya peranggapan ahli bintang zaman sekarang dengan ahli agama. Walaupun begitu tiadalah perlu rasanya saya memperingatkan amanat kakek saya kepada pembaca Muslimin ataupun Serani (Nasrani, ed) yang beriman teguh, yakni berlaku awas terhadap Ilmu Bintang. Hendaknya pembaca anggap Ilmu Bukti tinggal Ilmu Bukti dan Agama tetap Agama. sekarang marilah ktia pasang satu contoh, modelnya keluarga matahari ktia (bukan keluarga matahari lain).
Ini perkara susah sekali dipraktekan. Karena kita mesti kecilkan besarnya matahari dan beberapa keluargnya dengan satu angka yang mesti kita pakai buat mengecilkan antara matahari dan keluarganya. Seorang ahli Bintang Inggris yang termasyhur, bernama Sir James Joans sudah mengecilkan matahaari itu sampai sekecil gandum. Tetapi antaranya dengan keluarganya masih terlalu besar!
Jadi kalau kita mesti pakai ukuran, pasti pekerjaan itu susah kita jalankan. Baiklah kita pakai ukuran semabarangan saja buat memberi contoh yang sederhana sekali. Marilah kita bersama-sama pergi ketanah Lapang Gambir ketika malam masih gelap-gulita. Dipusat tanah lapang itu kita taruh boleh listrik menyala, sebesar bola raga. Dalam pikiran kita andaikan bola listrik ini Sang Matahari: Kira-kira satu meter jauhnya dari bola listrik menyala tadi, kita taruh benda kira-kira bundar pula yang besarnya kurang dari 1/1000 dari bola listrik kita. Bola ini adalah kita andaikan bumi – hari-hari disebut bintang! – Mercury, kira-kira 2 meter jauhnya dari pusat bola listrik tadi kita taruh pula bolah lebih kurang 21 kali sebesar Mercury  tadi. Ini andaikan bumi Venus. 3 Meter jauhnya dari pusat matahari, bola listrik tadi kita taruh satu bola pula sedikit lebih besar dari bola Venus, sebetulnya 1/332 dari besarnya bola listrik. Ini Bumi kita ini. Kemudian 4 ½ meter dari pusat bola listrik tadi kita taruh bola lagi 1/10 besarnya (isinya) dari bola bumi kita. Ini andaikan bintang yakni bumi Mars. 15 meter dari pusat bola listrik, 317 x sebesar bumi kita. Ini andaikan bumi (bintang disebut orang) Jupiter. 28 ½ meter dari pusat, bola listrik kita taruh pula satu bola lebih dari seperempat bola listrik. Ini bumi Saturnus. 57 meter jauhnya dari pusat, bola listrik kita, kita taruh bola +  15  x sebesar bola bumi kita. Ini bumi Uranus. Sekarang 90 meter jauhnya dari pusat, kita pasang bola kecil pula 17 x sebesar bola bumi kita. Ini Neptunus namnaya. Akhirnya 120 meter jauhnya dari pusat kita pasang bola 10 x sebesar bola bumi kita. Ini bumi Pluto.
Jadi semuanya ada satu bola, sebagai matahari dan 9 bola sebesar bumi yang berlainan besar dan jauhnya dari matahari tadi. Kini kita panggil kodrat, buat memutar 9 bumi tadi mengelilingi matahari, dengan kecepatan berlainan-lain. Inilah gambaran sederhana dari keluarga matahari kita. Di pusat dengan berputar mengedari sumbuhnya sendiri ktia dapati Sang Matahari. Berkelilingnya pada satu lapang yang kira-kira datar beredar terutama 9 bumi dengan bermacam-macam kecepatan. Kita boleh taruh pula pola besarnya 1/100 bola bumi kita, dan suruh bola beredar mengelilingi bumi kita. Ini Bulan! Sambil mengedari bumi kita. Bulan itu bersama-sama dengan Bumi mengedari Matahari pula. Sebab itulah dia dinamai satellite, pengikut, ialah pengikut bumi.
Satu edaran bumi kita namai 1 tahun. Begitulah lamanya bumi kita mengedari matahari yang = 265 hari itu kita namai setahun. Sebab cepatnya 9 bumi tadi beredar tiada sama, maka tahun masing-maisng bumi itu tiada sama pula. Dan lingkaran yang diedari masing-masing bumi itu bukanlah pula bundaran tulen “circle”, melainkan bundaran picak “ellipse”.